Kamis, 17 April 2008

123 was A Hard Memories to Leave…

I was so messed-up today…

My remedial test for Economy and my test for Math, were so difficult today…hhh…but I did it pretty good. And I did some cheat for my math test, stealing my friend’s answer…(oh, no!)

Ok, I’ll tell you about the main topic for this post…

123!!!

I was confused by him. This morning, Si Beib, gave me a book. A-kinda poem, written there…

First, I thought that was a poem for his beloved-girl which live in Blitar, but…

No way!!!

123 wrote that poem!! Actually, that’s not a poem, but that was a song lyrics. Love song lyrics. I don’t know what was he supposed to mean with that song lyrics...and either what was Si Beib supposed to mean…gave that song lyrics to me…

????????

Hhh…but I’ve become more confuse with my own-feeling about 123. I want to forget him, but I just can’t get over him…though I’ve tried so hard to…

Did I fall too deep for him that I can forget him?

Well, it’s not that easy, indeed…to forget someone you love with all the memories included…it will hurts you…even when you are in your strongest moment.

I love him, I do…but with all these pain and hurt left, could I stay any longer?

Once again, I will announce it:

I do love him…

But does he love me too? I’m not a beautiful girl that a boy could ask for, I’m just a girl…ordinary girl…

Am I foolish that I can't get over him??


Herzliche Grüβe!
*SLH*

Jumat, 11 April 2008

Biology Olympiad...

oh, tidak...!!!!

Olimpiade Biologi kemarin...

soalnya bener-bener bikin mau muntah...

gile,gile,gile...

pulang-pulang muka gue kayak orang yang nggak tidur seminggu. Mata berat, hidung tersumbat, bersin-bersin (nah lho? Flu?)...

kacau banget pokoknya...kata Bu Eny aja soal UMPTN tuh nggak sesusah itu, masih lebih mudah...

Hhh...
kalo ampe aku, Mita, Hafidh, and Lukas lolos ini, kita berempat langsung jadi dokter aja, deh...

abis itu pakai ada acara makan-makan sama Bu Eny, Bu Dewi, ma Bu Arina n minumnya es degan...wuih...kepala aku teng-tengan gara-gara ngadepin soal yang kayak huruf Rusia kebalik semua itu, diminumin es lagi...

Bagusss...

I'm officially catch cold that day...

Oh, ya...ada yang aneh waktu di rumah makannya itu,

123 "ngajak ngomong" aku...
tapi dengan suara lirih dan penuh keragu-raguan...

cuma dua kata. Apa itu? Rahasia bsar yang tak dapat kutulis disini, karena hanya ada di dalam meori otakku...(wueleh!)

Eniwei, pas olimpiade kemarin, aku ketemu Nimo. Ya iyalah! Lha kan lokasi seleksinya di sekul dia...

Dia keren banget, lagi ngelatih paskib...gagah, euy...

Apalagi tasnya warna ijo army gitu...

Ganteng...

Danke,
Herzliche Grüβe!

Sabtu, 05 April 2008

I Have to Move On!!

Rasanya memang masih berat meninggalkan kenangan di belakang…

Tapi ya sudahlah…dipikir-pikir lagi kok ya makin sakit. Jadi, mendingan nggak usah dipikirin lagi…


Yang positif dari masalahku sama 123 ini adalah, bahwa aku melarikan sakit hati ini ke pelajaran. Aku belum pernah belajar sengotot ini, meskipun in case aku sedang menghadapi ujian atau lomba apapun.

Tapi sekarang, aku bener-bener ngalihin perhatianku sama Olimpiade Biologi yang bakal aku hadapi besok Selasa…bener-bener totally konsen ke situ…

Mungkin dia juga ngalihin perhatian ke Olimpiade Fisika juga…

Ah, sudahlah! Toh, itu juga sudah bukan urusanku lagi…

Eniwei, wish the best for me on the next Tuesday!! Dan kayaknya aku nggak bakal posting lagi sampai Selasa depan…tapi nggak tahu juga. Liat-liat nanti dulu…
Soalnya, setelah aku tes seleksi Olimpiade hari Selasa, hari Rabunya aku mesti ngadepin mid-term test sampai satu minggu ke depan. Yah…mungkin bisalah nyuri-nyuri waktu buat posting bentar…sekalian refreshing coz materi semester dua ini lebih bikin budrek plus puyeng daripada semester satu kemarin…


Sudah terdengar ikhlas-kah aku untuk melupakan 123?
Aku harap begitu…

Herzliche Grüβe!
*Luvly???*

I am (not?) Ready to Lose Him…

Aku menangis sejadi-jadinya Jum’at malam kemarin…


Gara-gara dengerin lagunya Ungu-Ijinkan Aku…
Itu lagu yang pernah dikasih 123 ke aku lewat flashdisk-ku yang dulu pernah dipinjem dia…

Dia isiin lagu itu ke aku dan suruh dengerin…di hari berikutnya, berturut-turut dia nyuruh aku ngedengerin lagu itu tiap malam…


Sekarang aja aku nulis ini sambil nangis….


Semuanya udah nggak sama lagi…

Yang paling sakit aku tahu adalah…

DIA JUGA LAGI NYOBA NGELUPAIN AKU……


Aku baru tahu hari Rabu minggu lalu…mau cerita kesini tapi masih nggak kuat ngatur emosiku…

Hari Rabu kan ada pelajaran Matematika, terus materinya butuh penggunaan kalkulator gitu. Nah, 123 tuh nggak bawa kalkulator, dia datang ke kelasku buat nyari pinjeman. Karena aku duduk paling depan, jadi begitu dia masuk, mata kami langsung ketemu…dan tahu nggak apa yang dia lakuin…

…dia melengos…

Ya ampun…!!
Hatiku rasanya ancur…
Kalau dulu dia apa-apa pinjem ke aku, kali itu dia pinjem ke temenku, Anggun…

Huhuhu…rasanya air mataku mau tumpah waktu itu…

Terus, di hari yang sama, waktu istirahat pertama…
Aku turun dari kelas mau ke kamar mandi. Nah, pas lagi masang sepatu (coz sekolahku lantai kelasnya karpet, jadi nggak boleh pake sepatu di kelas dan harus di lepas di bawah tangga), dia lewat di sampingku mau ambil sepatu…
Truz, Mita bilang setelah aku selesai pasang sepatu, “Tau nggak? Dia tadi berdiri di belakang kamu lamaaa banget…”

Abis itu dia pasang sepatu di depan musholla tapi nggak mau lihat depan karena sekitar 10 meter di depannya, ada aku yang lagi berdiri nungguin Mita pakai sepatu…

Huhuhu…hiks…hiks…
Berlanjut…
Setelah aku keluar dari kamar mandi aku jalan cross the line mau ke kantin dan ngeliat di jalan dari arah kiriku. Tapi, begitu dia lihat aku, dia langsung balik badan dan diem agak lama teruz malah balik ke kelas…

Rasanya sakit banget pas kita tahu bahwa kita adalah sosok yang sedang seseorang yang pernah kita cintai lupakan…

Mungkin begitu juga yang dia rasain waktu dia denger aku bilang dengan sok tegar “No Azzalwa, no cry!”

Tapi, seenggaknya aku tetep nggak mau dia tahu kalau aku juga sakit di posisiku sekarang ……


Sudah terdengar ikhlas-kah aku untuk melupakan 123?
Aku harap begitu…

Herzliche Grüβe!
*LuvlyB*

Kamis, 03 April 2008

Saradan Days!!

pokok'e...


tak terlupakan....

tiada lagi yang dapat kukatakan...

penuh kenangan...

tapi aku benci diriku saat disana...

tergoda lagi oleh si jelek 123

huhu...huhu...

Danke...
Herzliche Grube...

Kamis, 13 Maret 2008

He Come To Me After He Left

Ini sebenernya kejadian Senin yang lalu, setelah aku ngobrol soal 123 sama Mama…setelah aku memutuskan untuk melupakan 123. Dan ini seperti sebuah kebetulan yang menghibur sakit hatiku…

Ayusha, dateng ke rumah, mau pinjem buku dan dia cerita tentang Nimo…

Kata dia, pas ngobrolin tentang aku sama Nimo tadi pagi di sekolahnya, Nimo nyanyain kabarku dan bahkan titip salam buat aku.

Bayangin!!

Nimo titip salam buat aku!!!

Tepat setelah aku mutusin aku mesti ngelupain 123!!

Truz, Ayusha bilang ke Nimo kalau aku udah punya someone I like gitu…dan tebak reaksi Nimo!!

Pertama aku pikir Nimo bakal nggak peduli sama kenyataan bahwa aku naksir cowok di sekolahku sekarang, ternyataaa…

Eh, dia sekarang udah punya pacar?”

Dia tanya itu!!

Aaargh!!!

Kebahagiaan yang berlebihan, dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata…!!!


Sudah terdengar ikhlas-kah aku untuk melupakan 123?
Aku harap begitu…

Herzliche Grüβe!
*LuvlyB*

The Celebration of My Winning, The Leaving of 123

I did it! I made it! I got it! I won!

Yeah!!

Speech Contest kemarin itu…
Aku menang…!!! Hahahaha…Walaupun cuman juara III!!
Good job, Maz!!

Okeh, cukup buat euphorianya!
Yang pengen aku ceritain disini adalah:

I’m ready to lose him…

Him? Yup! 123, The Only One, ArDoubleYou, Azzalwa, Ilham, and all…his name which named by me…

Aku bener-bener pengen berhenti mencintai seorang dia. Aku yakin pasti bisa. Aku tahu aku bisa. Karena, aku udah mikirin ini masak-masak, nggak setengah mateng, dalam satu malam sambil diskusi sama Mama. Mama bilang sebaiknya, aku ngejauhi dia…I always know that what my Momma said to is the best for me, at least with a little pain and hurt included.

Mulainya, dari setelah hari terakhir aku ngobrol sama dia, hari pas dia ngembaliin catatanku. Setelah itu, aku nggak pernah ada interaksi lagi, sampai Sabtu kemarin.

Hari Speech Contest!

Dia nggak ngasih aku advice apa-apa…oke, aku maklum…mungkin dia lupa…
Tapi, begitu hari Senin aku masuk sekul lagi, sambil bawa piala ke III ku…dia bener-bener keterlaluan…

No congrats for me from his mouth…

Begitu angkuhnya dia, begitu tinggi hatinya dia…menyebalkan!! Padahal dia tahu!! Orang aku jalan di depan matanya ke kantor guru sambil bawa piala ke III ku.
Plus, ada beberapa hal-hal lain yang bikin aku makin yakin harus melupakan dia…hal-hal yang sangat enggan aku ceritain di sini…hal-hal yang bener-bener bikin aku bosen dengan semua sisa sakit yang lebih sering dia torehkan daripada rasa senang dan bahagia…

I have already ready to lose him!!

Terdengar sudah ikhlas-kah aku?
Aku harap begitu…

 Herzliche Grüβe!
*LuvlyB*